Hidup di lingkungan baru, akan menjadi keharusan bagi mahasiswa. khususnya untuk mahasiswa yang mencari ilmu di Kota orang. begitulah memang, akhir-akhir ini saya sering mendengar cerita-cerita dari seorang teman yang terkadang berfikir untuk melarikan diri dari tempatnya. kadang kala dia menyembunyikan dirinya dibalik pintu kamarnya dan hanya berbagi setiap ceritanya dengan sebuah buku diary.
apapun yang terjadi, cukup menjalaninya dengan baik. karena menyerah dengan sesuatu yang baru kita jalani bukanlah cerminan yang baik. kita tak akan bisa melangkah ke depan dan akan selalu terhenti ketika melangkah dan kemudian kembali lagi dari awal. cobalah sekuat mungkin karena kita tak pernah tau apa yang ada di depan. penuh tantangan dan misteri adalah gambaran masa depan, dan saat ini menyesuaikan kembali hidup kita disini, memang butuh waktu. waktu inilah yang akan mengajarkan kita untuk bertahan. :)
Minggu, 19 Oktober 2014
melupakan atau dilupakan?
Memang benar, ternyata melupakan lebih sulit daripada memaafkan. rasa maaf yang diberikan seseorang bisa dibilang mudah mendapatkannya, cukup mengatakan maaf saja dan mendengarnya mengatakan "iya, tidak apa-apa atau lupakan saja" adalah akhir dari penyesalan kita atas sebuah kesalahan dimasalalu. tapi untuk melupakan? tidak semudah itu. kadang butuh waktu beberapa tahun bahkan seumur hidup untuk melupakannya.
apa sih yang mau dilupakan? kadang aku juga bingung memikirkannya, dari saking banyaknya kenangan atau bisa jadi tidak ada yang perlu dilupakan. ya begitulah pemikiran seorang manusia biasa, yang ada pada dirinya hanya emosi dan perasaan, khususnya lagi bagi seorang wanita. logika dan realistis kadang jauh mereka tinggalkan dibandingkan dengan pemikiran dari hati. apa yang salah dengan itu? semua orang bahkan tau, bagaimana cara menjalani hidupnya dan menangani setiap permasalahan mereka setiap harinya. berbagi dengan teman, mencari solusi bersama akan semakin mudah menyelesaikannya. tapi itu hanya berlaku bagi orang-orang yang punya banyak teman, punya rasa percaya yang besar pada orang lain, tidak pernah tersakiti karena kepercayaan itu. ya begitulah, tak selamanya yang ada di dunia ini akan berjalan mulus sesuia dengan keinginan kita. seharusnya yang kita lakukan adalah mempersiapkan diri jika sesuatu terjadi..
sejak sebulan lalu aku berhenti menulis semua tentang diriku dan orang-orang disekitarku. menceritakan mereka denganku, aku menyukainya. entah itu dimulai sejak kapan tapi sudah kulakukan sejak sekolah dasar. hal-hal yang aku suka tentang mereka, hal yang ku benci bahkan kebersamaan yang berakhir dengan bahagia ataupun luka. persahabatan, cinta, sudah memenuhi memori otakku karena sebuah buku yang dulu kusebut diary itu penuh dengan tulisan usang yang sesekali kubaca untuk mengingat kenangan-kenangan itu untuk memberikan senyum di wajahku. bekas bekas kenangan yang tertulis itupun akan tetap hidup, itulah caraku untuk teteap mengingat setiap jejak hidupku sejak aku mulai mengenalnya, mengenal mereka. tapi, justru itulah menjadi dasar atas kegagalan keinginanku untuk melupakan kenangan yang seharusnya tidak selalu aku ingat, sampai saat ini. entah ini kesalahanku atau bagaimana, yang terjadi adalah aku akan dilupakan, dan melupakan buatku menjadi hal yang tak bisa kulakukan.
ingatan itu begitu lucu bukan? ketika kita ingin melupakannya, ingatan itu akan terus tumbuh walaupun sekeras apapun kita mencoba melupakannya, karena kita bukannya melupakan tapi terus mengingat.
tapi sadari dulu maksud hati yang sebenarnya, kita benar-benar ingin melupakan apa tidak?
untuk mengurangi ingatan itu, untuk memulai menulis lagi dengan hidup yang baru yang benar-benar tidak akan kulupakan, saatnya mulai mengubah pemikiran dan alasanku menulisnya. that's right :)
apa sih yang mau dilupakan? kadang aku juga bingung memikirkannya, dari saking banyaknya kenangan atau bisa jadi tidak ada yang perlu dilupakan. ya begitulah pemikiran seorang manusia biasa, yang ada pada dirinya hanya emosi dan perasaan, khususnya lagi bagi seorang wanita. logika dan realistis kadang jauh mereka tinggalkan dibandingkan dengan pemikiran dari hati. apa yang salah dengan itu? semua orang bahkan tau, bagaimana cara menjalani hidupnya dan menangani setiap permasalahan mereka setiap harinya. berbagi dengan teman, mencari solusi bersama akan semakin mudah menyelesaikannya. tapi itu hanya berlaku bagi orang-orang yang punya banyak teman, punya rasa percaya yang besar pada orang lain, tidak pernah tersakiti karena kepercayaan itu. ya begitulah, tak selamanya yang ada di dunia ini akan berjalan mulus sesuia dengan keinginan kita. seharusnya yang kita lakukan adalah mempersiapkan diri jika sesuatu terjadi..
sejak sebulan lalu aku berhenti menulis semua tentang diriku dan orang-orang disekitarku. menceritakan mereka denganku, aku menyukainya. entah itu dimulai sejak kapan tapi sudah kulakukan sejak sekolah dasar. hal-hal yang aku suka tentang mereka, hal yang ku benci bahkan kebersamaan yang berakhir dengan bahagia ataupun luka. persahabatan, cinta, sudah memenuhi memori otakku karena sebuah buku yang dulu kusebut diary itu penuh dengan tulisan usang yang sesekali kubaca untuk mengingat kenangan-kenangan itu untuk memberikan senyum di wajahku. bekas bekas kenangan yang tertulis itupun akan tetap hidup, itulah caraku untuk teteap mengingat setiap jejak hidupku sejak aku mulai mengenalnya, mengenal mereka. tapi, justru itulah menjadi dasar atas kegagalan keinginanku untuk melupakan kenangan yang seharusnya tidak selalu aku ingat, sampai saat ini. entah ini kesalahanku atau bagaimana, yang terjadi adalah aku akan dilupakan, dan melupakan buatku menjadi hal yang tak bisa kulakukan.
ingatan itu begitu lucu bukan? ketika kita ingin melupakannya, ingatan itu akan terus tumbuh walaupun sekeras apapun kita mencoba melupakannya, karena kita bukannya melupakan tapi terus mengingat.
tapi sadari dulu maksud hati yang sebenarnya, kita benar-benar ingin melupakan apa tidak?
untuk mengurangi ingatan itu, untuk memulai menulis lagi dengan hidup yang baru yang benar-benar tidak akan kulupakan, saatnya mulai mengubah pemikiran dan alasanku menulisnya. that's right :)
Minggu, 28 September 2014
Day's Kehilangan 16 Angka dalam 12 waktu
link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=0_n6yUTMl50
Kehilangan memang akan dialami semua orang. Bagaimana kita melewati rasa kehilangan itu tergantung kita yang menciptakannya sendiri. aku yang kehilanganmu, tapi aku masih merasa memilikimu dalam hatiku. karena kenangan bersamamu itu, aku masih memilikimu. aku bukan menyalahimu karna kepergianmu, tapi memang inilah jalanku. jalan yang harus ku lewati untuk menemui takdirku. aku masih bisa menyimpan kenangan kita kan? Day's makasih. :)
Senin, 04 Agustus 2014
Good bye Masa Remajaku
“Apa kamu tau? Apa yang aku rasa
setiap waktu? “. Pikiran ini selalu menganggu, mengharap orang lain selalu
mengerti apa yang ku rasakan ternyata malah membuatku semakin berharap. Sudah aku coba melupakannya,
ternyata memang sangat sulit. Orang-orang mungkin sudah bosan mendengar keluh
kesah ceritaku, karna semuanya hanya terpusat pada satu titik. Yaitu masa lalu.
Kenangan dengan orang yang benar-benar aku cintai.
Sungguh menyedihkan jika memikirkan
orang-orang seperti ini, hidup dalam imajinasi dunianya sendiri yang sebenarnya
membelenggunya dalam kesepian. Tanpa sadar membawanya terus mendalami kisah
cinta yang sebenarnya sudah berakhir sejak lama. Atau malah kisah yang tidak
pernah dimulai? Dan yang paling menyedihkan orang itu adalah diriku sendiri.
“kerop,
apa kamu tau apa yang aku rasa sekarang?” hhmm, mulai lagi dengan pikiran
seperti ini pada boneka keroppi yang tak bersalah, yang sebenarnya boneka ini
tak punya kemampuan untuk menyuruhku diam untuk menceritakan keluhkesahku.
“aku
begitu malas untuk bertemu dengan teman-teman smp ku, tadi malam sudah ketemu
juga kan? Jadi gapapa kalau sore ini aku gak perlu datang. Bener kan kerop?”.
Padahal aku begitu
ingin bertemu dengan mereka, tapi kemungkinan akan menyenangkan sangat sedikit
karna aku tau orang yang benar-benar ingin aku lihat tidak akan datang, seperti
tadi malam. Akupun mengirim beberapa
pesan sebagai alasan agar tak bisa
datang, namun aku begitu kasian pada Galih teman SMP ku juga yang sedang sakit
dan memintaku membawakannya obat nanti.
Akhirnya aku memutuskan untuk
membawakan obat itu kerumahnya, karna aku sudah berniat tidak akan datang.
Sepeda ontel ku kayuh dengan pelan, karna rumahnya hanya berada 100 meter dari
rumahku.
“aku di depan
rumahmu, keluarlah”. akupun menutup hp
dan menaruhnya di dalam saku celana olahraga SMA ku.
“kletek”. Seseorang melempar batu dari seberang jalan. Aku spontan menoleh
kebelakang dan langsung memalingkan muka lagi ke depan.
“apa ini?apa yang terjadi denganku sekarang?”. Jantungku
berdegup kencang, tanganku gemetar dan mulutku tak bisa berkata apa-apa. aku melangkah masuk ke rumah Galih, mencoba
tak merespon kehadiran Danil dan Reza.
“Kamu kenapa Nay?” pertanyaan
Reza membuatku semakin gemetar. Aku hanya bisa tersenyum menunduk tanpa berani
melihat wajahnya. “kenapa sekarang?aku belum siap”. Pikirku dalam hati.
Pikiranku kacau, aku tak bisa menemukan kata-kata yang bisa aku ucapkan. Dengan
menguatkan diri, akupun pulang kerumah, setelah memberikan obat pada Galih.
Mungkinkah? Perasaan ini muncul
lagi? Semakin tak bisa ku kendalikan.
Walaupun sebenarnya aku juga merasa senang bisa melihatnya lagi, setelah
bertahun-tahun lamanya kami terpisah karna kuliah di kota yang berbeda. Hatiku mulai
memberontak, keingintahuanku tentangnya semakin besar. “apa yang akan dia
ceritakan? Aku juga ingin melihatnya lagi, melihatnya lebih lama untuk
mengobati rinduku”. Aku memberanikan diri untuk pergi ke rumah Sasa, dimana
teman-temanku berkumpul sekarang.
Aku duduk tak jauh dari Reza, mendengarkan
teman-teman yang lain bercerita tanpa berkomentar. Hanya diam dan melihatnya
sesekali. Rasanya sakit, tapi kenapa sakit? Aku sulit bernafas, seakan hatiku
mau meledak saat ini juga.
Kenyataan yang sebenarnya aku
ingkari, bahwa Reza sudah menemukan hidup barunya di tempat kuliahnya tiba-tiba
muncul dipikiranku. Aku harus bertahan disini, untuk waktu yang singkat ini.
Mungkin hanya ada kesempatan ini aku
bisa melihatnya, karna akan sangat sulit menunggu dalam waktu yang lama lagi. Tapi semakin lama,
yang tersisa hanya sakit. Setelah ini berlalu, semua nya kembali pada semula,
Reza dengan pacarnya dan aku dengan bayangannya.
Apa aku akan hidup seperti ini?
Bisakah aku melewati semuanya. Saat masa lalu yang hanya bisa aku lihat berada
di depanku melangkah menjauh ke jalannya sendiri, sedangkan aku hanya terdiam
disini menunggunya kembali? Hanya orang bodoh yang akan melakukannya, dan aku
adalah orang bodoh itu. Aku sadar, aku terlihat seperti orang tak punya
semangat melewati hidupku. Bayanganku cukup besar untuk bersamanya, namun aku
tau ini semua harus segera diakhiri dan percaya bahwa didepan sana kebahagianku
sudah menanti. Yang pasti semua yang sudah ditakdirkan akan berada di jalannya
masing-masing. Jika memang suatu saat takdir membawaku bersamanya kembali, itu
akan terjadi. Kalau aku tetap terpuruk dan tidak menerima takdirku yang
sekarang, bagaimana aku bisa tau nantinya akan berakhir seperti apa. cukup
menjalaninya walaupun berat, cukup tersenyum pada hidup yang slalu membuat
menangis. Aku yakin aku ini perempuan yang kuat, karna sampai sekarang saja aku
masih bisa memegang janji yang sebenarnya sudah terlupakan diantaraku dan Reza.
Bahwa aku akan menyimpan semua tentangnya, termasuk memakai cincin ini. Jika
sekarang begitu menyakitkan, tidak apa-apa. karna nantinya aku akan baik-baik
saja.
Hidup ini akan terus berjalan tanpa
memberiku waktu untuk beristirahat. Karna itu menghadapi apa yang ada di
depanku sekarang adalah lebih baik daripada hanya mengejar bayangan semu yang
ternyata hanya ilusi belaka. Life must go on, walaupun aku merasa aku sudah
tertinggal cukup jauh di belakang. Memulainya dari awal bukan kesalahanku, tapi
awal untuk memulai kebahagianku. Dan kesalahanku adalah kenapa aku tidak
memulainya dari dulu J
Rabu, 11 Desember 2013
Rabu, 06 November 2013
Muromachi Bakufu (1333 – 1573
Muromachi
Bakufu
(1333 – 1573)
Kenmu Shinsei (建武新政)
Ketika Kamakura Bakufu diambang kejatuhan, kaisar
Godaigo kembali ke Kyoto dari pengasingannya di gunung Okinoshima. Kondisi di
istana Kyoto saat itu sangat kalut , terlebih ikut campurnya pihak bakufu
menyangkut masalah pergantian kaisar. Pada awal abad ke 14 setelah masa
pemerintahan kaisar Gosaga, garis keturunan kaisar terbagi menjadi dua. Yaitu
keturunan Jimyoin dan keturunan Daikakuji.
Ketika pemerintahan Kamakura Bakufu jatuh pada tahun
1333 M, saat itu kaisar Godaigo yang memegang pemerintahan dan menolak campur
tangan kuil maupun bakufu. Dia memberikan
kedudukan yang sama kepada kaum bangsawan dan kaum militer militer dalam bidang
pemerintahan. Kebijakan ini dikenal dengan nama Restorasi Kenmu. Namun dalam pelaksanaannya kebijakan
ini malah semakin memperburuk keadaan saat itu, pertentangan yang terjadi
antara kaum bangsawan dengan kaum militer semakin parah karena mereka saling
berebut posisi sebagai pelaksana pemerintahan.
Restorasi
tersebut hanya berlangsung sampai 1336 M, karena pada tahun itu Ashikaga
Takauji yang sebelumya membantu kaisar, berbalik menentang kaisar yang ingin
memerintah sendiri. Ashikaga yang tidak puas kembali ke Kamakura dan
mengumpulkan kaum militer yang anti istana untuk kemudian menyerang istana
Kyoto. Pemerintahan kaisar Godaigo yang baru berumur kurang dari dua tahun pun
berakhir.
Nanbokuchō Tairitsu
Kaisar Godaigo yang kalah dalam pemberontakan lalu mundur ke Yoshino (di
Nara) dan mendirikan istana Nanchō (istana selatan) di sana. Sementara
itu di Kyōto telah diangkat kaisar baru. Karena itu pada tahun 1336 M –1392 M
ada dua orang Tennō. Tennō yang di utara/Kyōto (Tennō Kōmyō) dan Tennō yang di
selatan/Yoshino (Tennō Godaigo). Tennō yang di utara mendirikan istana Hokuchō
(istana utara). Sehingga pada rentang waktu tersebut dikenal juga dengan zaman Nanbokuchō
Tairitsu (zaman perselisihan istana di utara dan selatan).
Karena jasa-jasanya tahun 1338 M, Tennō Kōmyō mengangkat Ashikaga Takauji
sebagai Seiitai Shōgun/Panglima Besar Berkuasa Penuh dan mendirikan
bakufu di Kamakura.
Periode Muromachi(室町幕府)
Bakufu yang didirikan Ashikaga Takauji mempunyai ciri khas, yaitu penjamin dan
pendukung politik istana kaisar. Berlainan dengan pemerintahan militer Kamakura
yang membatasai secara ketat kekuasaan politik kaisar. Ashikaga Takauji menjalankan
pemerintahan diarki. Dirinya menjadi kepala kalangan samurai, sedangkan adiknya
yang bernama Ashikaga Tadayoshi menjadi kepala administrasi pemerintahan. Namun pemerintahan diarki tersebut ternyata menimbulkan konflik
internal dalam keshōgunan, yaitu di antara keduanya terjadi perselisihan yang
menyebabkan kerusuhan.
Kō no Mōronao beserta pendukungnya
yang anti-Tadayoshi berhadapan dengan kelompok pro-Tadayoshi. Takauji yang
semulanya bersikap netral akhirnya memihak Mōronao. Tadayoshi dipaksa
mengundurkan diri dari jabatannya dan dijadikan biksu. Putra Takauji yang
bernama Yoshiakira menggantikan Tadayoshi sebagai kepala pemerintahan. Setelah
Tadayoshi mengundurkan diri, putra angkatnya yang bernama Ashikaga Tadafuyu
melarikan diri ke Kyūshū dan memberontak terhadap Shōgun.
Pada tahun 1350 M, ketika
Takauji memimpin ekspedisi untuk menghabisi Tadafuyu, Tadayoshi melarikan diri
dari Kyōto dan bergabung dengan istana selatan. Pasukan Tadayoshi menjadi
semakin kuat, sehingga Yoshiakira melarikan diri dari Kyōto karena kalah
perang. Pasukan Takauji juga kalah melawan pasukan Tadayoshi. Tahun 1351 M,
Takauji berdamai dengan Tadayoshi dengan syarat Kō no Mōronao dan Kō no Mōrouji
dijadikan biksu. Tadayoshi kembali menjadi sebagai pembantu Yoshiakira. Takauji
dan Yoshiakira memiliki rencana untuk menghabisi Tadayoshi dan Tadafuyu. Namun
Tadayoshi lebih dahulu melarikan diri. Di tahun 1351 M juga Tadayoshi
tertangkap.
Tahun 1392 M Shōgun generasi ke-3 yaitu Ashikaga Yoshimitsu (cucu
Ashikaga Takauji) memindahkan bakufu dari Kamakura ke Moromachi, dan mendirikan
bakufu Muromachi. Maka mulai tahun 1392 M – 1573 M disebut zaman Muromachi.
Tahun 1392 M Ashikaga Yoshimitsu mendamaikan istana utara dan istana selatan
yang sebelumnya berselisih. Tennō yang di selatan kembali ke Kyoto dan
mengundurkan diri serta mengakui Tennō utara sebagai penggantinya.
Tahun
1394 M Ashikaga Yoshimitsu menyerahkan jabatan Shōgun kepada anaknya, kemudian ia mengundurkan diri
tetapi masih tetap memerintah. Ashikaga Yoshimitsu yang mengundurkan diri ke
Kitayama (dekat Kyoto) mendirikan paviliun emas (Kinkaku).
Setelah Yoshimitsu meninggal
tahun 1408 M, timbul kekacauan dalam pemerintahan. Terjadi percampuran Kuge (golongan
bangsawan) dan Buke (golongan militer) yang berlanjut pula dalam
budayanya, yaitu timbulnya Bukebunka (kebudayaan militer-bangsawan).
Dalam kenyataannya, golongan Kuge kalah dari golongan Buke sehingga golongan
Kuge jatuh miskin.
Di
ibukota Kyoto, Bakufu berkuasa tetapi kekuasaannya tidak mendapat penghargaan
dari Daimyō. Bakufu tidak mampu mengatasi kekacauan pemerintahan yang
disebabkan oleh Daimyō-Daimyō yang saling berperang untuk memperluas daerah dan
lingkungan kekuasaannya.
Meskipun
pemerintahan dalam negeri sedang kacau, tapi perdagangan baik di dalam maupun
luar negeri mengalami kemajuan yang pesat. Bahkan pada tahun 1543 M Jepang membuka
hubungan dagang dengan Portugis. Tahun 1549 M Franciscus Xaverius memasukkan
agama Kristen ke Jepang. Selain agama, tembakau dan senjata api juga masuk ke
Jepang.
Kemudian
pihak istana selatan yang dipimpin pangeran Muneyoshi, Nitta Yoshioki, Nitta Yoshimune,
dan Hōjō Tokiyuki menyerang pasukan Takauji. Tahun 1354 M, pihak istana selatan
untuk sementara berhasil menduduki Kyoto. Tapi tahun 1355 M, berhasil direbut
kembali oleh pihak istana utara.
Struktur
pemerintahan pada zaman ini hampir
sama dengan struktur pemerintahan zaman Kamakura. Hanya saja kedudukan shikken berada dibawah shogun yang dijabat oleh kanrei. Tugas kanrei mengawasi pemerintahan secara keseluruhan. Di bawah kanrei masih tetap samurai mondokoro, mandokoro dan mochujo. Posisi
kanrei secara bergantian dipegang
oleh keluarga Ashikaga, Hoshokawa, Shiba dan Hatakeyama.
Karakteristik
pada zaman Muromachi antara lain, semakin kuatnya posisi para pembesar tuan
tanah daerah, semakin meningkatnya kekuatan petani dan pembangsawanan kaum militer.
Dampak lain akibat pertentangan istana utara dengan selatan adalah semakin
kuatnya posisi para polisi jagabaya di daerah-daerah. Mereka dikenal dengan
sebutan Shugo Daimyo (pembesar tuan tanah
daerah).
Perang Ounin
Pada masa
pemerintahan Ashikaga Yoshimasa (Shōgun
generasi ke-8), pemerintahan semakin kacau. Dia mendirikan paviliun
perak (Ginkaku) di Higashiyama. Untuk membiayai pembangunan paviliun
tersebut harus ditarik pajak yang besar dari rakyat. Rakyat pun mengadakan
pemberontakan. Puncak kekacauan terjadi pada perang Onin (Onin no ran)
yang berlangsung 11 tahun (1467 M – 1477 M). Perang itu disebabkan oleh
perselisihan dua orang pemimpin militer yaitu Yamanaka Sozen dan Hosokawa
Katsumoto. Perang tersebut merupakan suatu tanda dari permulaan pergolakan
mati-matian yang baru dapat diakhiri tahun 1615 M. Masa peperangan selama 100
tahun lebih tersebut disebut sebagai Sengoku jidai (zaman negara-negara
berperang).
Bakufu Moromachi jatuh
setelah Oda Nobunaga berhasil merampas Kyōto.
Kebudayaan
Dari segi arsitektur dibuat bangunan
yang sangat megah seperti Kinkaku dan Ginkaku. Dari segi seni lahirlah seni minum teh
(sado) dan seni merangkai bunga (ikebana),
serta lukisan dengan tinta Cina (suibokuga).
Dari segi pertunjukan,
lahirlah drama Nō dan Kyōgen (lelucon). Nō diciptakan oleh Kan’ami
dan Zeami. Dari segi pertanian,
petani telah mampu membuat kincir angin dan sistem tumpang sari. Dari bidang sastra pantun bersambung yang
dikenal dengan nama renga. Lalu ada
juga haiku, pantun bebas yang telah
melepasakan diri dari ikatan-ikatan waka.
Peninggalan
Bangunan yang paling terkenal
pada zaman ini adalah Kinkaku dan Ginkaku. Kinkaku atau paviliun emas didirikan
oleh Ashikaga Yoshimitsu. Bangunannya mengambil gaya arsitektur bangsawan dan
gaya kuil Zen di Cina yang seluruhnya dilapisi emas. Sedangkan Ginkaku atau
paviliun perak didirikan oleh Ashikaga Yoshimasa. Bangunannya mengambil gaya
arsitektur kuil Zen yang disebut Shōinzukuri. Shōinzukuri merupakan gaya
bangunan yang di dalamnya terdapat Tokonoma, Chigaidana (rak), Tatami
(lantai tikar), Fusuma (pintu geser dari kertas), dan Akarishōji
(jendela kertas). Gaya ini menjadi dasar rumah gaya Jepang sekarang.
Daftar Pustaka
1.
Kazuma-world.blogspot.com/.../feodalisme-jepang-zaman-muromach...
2. Pengantar Sejarah Jepang I oleh Prof. Dr. I Ketut Surajaya, M.A
blue sky
Habataitara modoranai to
itteMezashita no wa aoi aoi ano sora
Kanashimi wa mada oboerarezuSetsunasa wa ima tsukami hajimetaAnata e to idaku kono kanjou moIma kotoba ni kawatteku
Michinaru sekai no yume kara mezameteKono hane wo hiroge tobitatsu
Habataitara modorenai to itteMezashita no wa shiroi shiroi ano kumoTsuki nuketara mitsukaru to shitteFurikiru hodoAoi aoi ano soraAoi aoi ano soraAoi aoi ano sora
Aisou tsukita you na oto de Sabireta furui mado wa kowaretaMiakita kago wa hora soteteikuFurikaeru koto wa mou naiTakanaru kodou ni kokyuu wo azuketekono mada wo kette tobitatsu
Kakedashitara te ni dekiru to itteizanau no wa tooi tooi ano koe
mabushi sugita anata no te mo nigittemotomeru hodo aoi aoi ano sora
ochite iku to wakatteitasoredemo hikari wo oi tsuduketeiku yo
Habataitara modoranai to ittesagashita no wa shiroi shiroi ano kumotsukinuketara mitsukaru to shittefurikiru hodo aoi aoi ano soraaoi aoi ano soraaoi aoi ano sora
Kanashimi wa mada oboerarezuSetsunasa wa ima tsukami hajimetaAnata e to idaku kono kanjou moIma kotoba ni kawatteku
Michinaru sekai no yume kara mezameteKono hane wo hiroge tobitatsu
Habataitara modorenai to itteMezashita no wa shiroi shiroi ano kumoTsuki nuketara mitsukaru to shitteFurikiru hodoAoi aoi ano soraAoi aoi ano soraAoi aoi ano sora
Aisou tsukita you na oto de Sabireta furui mado wa kowaretaMiakita kago wa hora soteteikuFurikaeru koto wa mou naiTakanaru kodou ni kokyuu wo azuketekono mada wo kette tobitatsu
Kakedashitara te ni dekiru to itteizanau no wa tooi tooi ano koe
mabushi sugita anata no te mo nigittemotomeru hodo aoi aoi ano sora
ochite iku to wakatteitasoredemo hikari wo oi tsuduketeiku yo
Habataitara modoranai to ittesagashita no wa shiroi shiroi ano kumotsukinuketara mitsukaru to shittefurikiru hodo aoi aoi ano soraaoi aoi ano soraaoi aoi ano sora
Langganan:
Postingan (Atom)